oleh

Wartawan Dilarang Meliput Proyek Masjid Agung Serdang Bedagai

example banner

Sergai| METRO INVESTIGASI – Beberapa wartawan dari berbagai media di larang meliput Pembangunan Mesjid Agung Serdang Bedagai di perbatasan Sei Rampah – Kec Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (26/08/2019).

Untuk menindak lanjutkan pengawasan media di lokasi Pembangunan Proyek Mesjid Agung Serdang Bedagai di depan pintu masuk Jalan tol Kecamatan Teluk Mengkudu-Sei Rampah, akhirnya wartawan di larang meliput. Aswad Sirait dari media Jejak Kasus dan rekannya di larang meliput Pembangunan Mesjid Agung Serdang Bedagai, harus ada izin dari pihak perusahaan dan harus ada surat dari media, kata penjaga proyek itu.

Kata Aswad, menuturkan ucapan salah seorang pengawas yang juga seorang penjaga proyek pembangunan masjid agung di seirampah mengaku bahwa dilarang untuk mengambil foto dan harus ada izin dari pihak kantor PT. KS maupun surat izin dari kantor redaksi baru bisa meliput.

Kata Aswad, lagi, pejaga mengatan, Maaf bang di sini nggak boleh foto, harus izin dahulu sama petugas ini perintah kantor kami, kata petugas keamanan yang juga selalu pengawas kepada wartawan di lokasi.

Namun beberapa wartawan mencoba kembali liputan pemantuan pembangunan masjid agung, tapi petugas kembali melarang awak media dengan alasan tidak boleh meliput area proyek jika tidak mendapatkan izin dari PT. KS yang diduga sebagai pengerak proyek tersebut.

Kata petugas lagi bisa lihat surat izinnya…! Disini kalau mau liputan harus ada surat izin dari kantor redaksi, cetus pria tegap yang merupakan penjaga keamanan maupun sebagai pengawas proyek tersebut kepada wartawan di lokasi. Saat itu juga beberapa wartawan di lokasi langsung memberikan surat tugas peliputan sebagai jurnalis, namun tetap petugas keamanan tidak diizinkan untuk liputan pemantuan masijd agung tersebut.

“Kami bisa kasih izin kalau ada suratnya dari kantor, sudah ketentuannya seperti itu,” tambahnya.

Kejadian pelarangan peliputan ini terjadi, saat beberapa awak media melihat pemantuan proyek pembangunan masjid agung sebesar Rp49 Milyar untuk menindak lanjutin pemberitaan sebelumnya. Padahal beberapa awak media sudah menunjukan baik ID Card Pers untuk peliputan proyek tersebut.

“Jika mau liputan kami harus ada perintah dari PT. KS dan harus ada surat dari kantor media (Redaksi-red),” ujar saat awak media melakukan peliputan.

Dimana hasil pantuan kabiro metro investigasi sebelumnya, terlihat para pekerja pembangunan Masjid Agung di Kecamatan Teluk Mengkudu- Seirampah, terus berjalan dengan lancar. Bahkan proyek pembangunan
masjid agung tersebut terlihat sudah hampir 25 persen pembangunan yakni menara masjid maupun induk besar masjid agung tersebut.

Sesuai pantuan plang proyek terlihat nama kegiatan yakni Pembangunan Kantor Pemerintah Terpadu di lokasi Kecamatan Sei Rampah, Sumber dana APBD, dengan nilai kontrak sebesar Rp49.765.432.000,- dengan kontraktor PT. KS.

Dengan satuan kerja Pemerintah kabupaten Serdang Bedagai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sergai tahun anggaran 2019 dengan pengawasaan TP4D Sergai, ujarnya (maren)

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed