oleh

Untuk Kepentingan Lomba Paduan Suara, Oknum Guru SMAN 21 Medan Bagikan  Proposal

example banner

example banner

Medan, Metro Investigasi.com| Guna kepentingan untuk mengikuti perlombaan paduan suara oknum guru sekolah menegah atas (SMA) Negeri 21 Medan berupaya mengedarkan proposal dan menjalankan tekenan les kepada orang tua murid,  bukan saja kepada orangtua melainkan kepada masyarakat lainnya juga dijalankan tekenan lest yang jumlahnya mencapai Rp 2 juta.Untuk memuluskan aksinya tersebut, oknum guru yang memimpin kelompok paduan suara itu, seperti yang diinformasikan menscan tanda tangan kepala sekolah dan PKS I bidang kesiswaaan.

Loading...

Hal itu sebagaimana yang ditemukan disalah seorang masyarakat tentang proposal bantuan untuk kelompok paduan suara yang akan berangkat mengikuti perlombaan itu di Jakarta pada September 2019, selama 12 hari.

Oknum guru yang sekaligus sebagai pelatih kelompok paduan suara itu, dengan berbagai cara menciptakan isu-isu yang diangkat untuk bisa mendapatkan perhatian orangtua murid agar, dapat mengikuti perlombaan tersebut.

Sehingga suasana tidak lagi menjadi konduksif dalam proses belajar dan mengajar disekolah yang berlokasi di   Slambo,  yang masih berada dikawasan Desa Amplas kecamatan Percut Seituan tersebut.

Informasi itu terungkap  sebagaimana yang disampaikan salah seorang oknum guru yang mengaku Bru Tarigan itu merasa tidak nyaman dengan sikap oknum guru pelatih kelompok paduan suara tersebut. Bru Tarigan juga membenarkan sebagaimana yang diketahuinya tentang tanda tangan kepala sekolah dan PKS I bidang kesiswaan yang digunakan itu. Ya, tanda tangan itu di scanner aja itu, terangnya dihalaman gedung SMA negeri 21 Medan.

Sejak beralih tangannya masa kepengurusan dan beralihnya pimpinan kelompok paduan suara tersebut, sudah terjadi gab antara sesama  oknum guru, terang Tarigan yang mengajar agama kristen di SMAN 21 Medan tersebut.

“Saya tidak mau kepentingan pribadi ditonjolkan yang dibungkus dengan mengatasnamakan sekolah, terangnya. Itukan kepentingan kelompok, bukan kepntingan sekolah secara keseluruhan, jelasnya kepada wartawan media ini, 2 Mei 2019 yang lalu.

Isu Sara

Selain menjalankan tekenan les kepada orangtua murid dan anak-anak disuruh mengamen. Hasil dari murid mengament uangnya dikumpulkan, dalam daftar laporannya akan dijadikan ongkos berangkat ke Jakarta untuk mengikuti perlombaan. Selain itu, oknum guru tersebut juga mulai menebarkan isu sara (suku, agama dan ras) yang bisa menjadi pemicu kesalahapaham sesama guru di SMA Negeri 21, terang Bru Tarigan lagi.

Jika hal ini dibiarkan dapat menimbulkan persoalan baru, imbasnya nanti kepada saya, selaku guru agama kristen terangnya.

Menurut Bru Tarigan ini, kepala sekolah sendiri belum mengetahui peramasalah itu, dan ada tanda tangan kepala sekolah dan PKS I bidang kesiswaan yang  sepertinya di scanner saja, oleh oknum yang berkepentingan sambungnya lagi.

Sementara itu, kepala SMA Negeri 21 Medan Drs. Sunaryo MPd, saat akan dikonfirmasikan tidak berada disekolah tersebut. Bahkan ketika dihubungan melalui Heandphon tidak bersedia memberikan komentar.

Ketika tersambung melalui Heandphonnya Sunaryo mengaku sedang berada di Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Utara  untuk mengikuti upacara. Persoalan adanya kepentingan kelompok dengan memanfaatkan SMA negeri 21 Medan dalam meraup keuntungan akan ditindaklanjuti hingga ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. (Red/rt)

example banner

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed