oleh

Soal Air, GP3A Tiga Serangkai Tuding Pegawai Pengairan Malas Bekerja

example banner

example banner

Simalungun | metroinvestigasi.com – Minimnya air di saluran daerah irigasi Serapuh menuai kontroversi di kalangan petani pemakai air, hal ini di ungkapkan oleh salah seorang petani berinisial IJ (53) warga Nagori Serapuh pada awak media, Sabtu malam ( 14/03/2020 ) sekira pikul 21.00 wib di salah satu warung persinggahan di Nagori Margo Mulyo Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

Loading...

Dikatakan, minimnya pendistribusian air di saluran irigasi bukan hanya disebabkan karena musim kemarau saja. Menurutnya, kelangkaan air ini bisa saja karena kelalaian Dinas yang jarang mengontrol saluran air, karena banyak yang mengatakan kalau air saluran dialihkan untuk kepentingan lain di hulu saluran induk.

” Daerah atas, air berkecukupan, tapi di alihkan untuk kolam ikan dan ladang jagung. Kalau airnya dibuang ke Sungai Bah Bolon, itu makanya air tidak sampai kemari, ” terang IJ.

Salah seorang buruh bangunan bernama Mulyadi membenarkan apa yang dikatakan oleh IJ. Pasalnya, saat ini Mulyadi bekerja  di salah satu bangunan yang berdampingan dengan saluran air yang diduga akan menuju ke Daerah Irigasi ( DI ) Serapuh.

” Heran juga kalau di sini kekeringan, ” ungkap Mulyadi.

Sebelumnya, Kasri M Noor BA. selaku ketua gabungan perkumpulan petani pemakai air DI Serapuh mengungkapkan, ” sebarannya Dinas harus tanggap dan jangan terkesan bermalas – malasan menyikapi persoalan petani yang saat ini kekurangan air untuk mengairi persawahan. Tapi hingga kini, saya belum melihat adanya tindakan serius dari dinas terkait, ” katanya.

Terpisah, keterangan yang dihimpun oleh awak media melalui Sunar ( 55 ) yang berprofesi sebagai operator Hand Traktor yang juga petani pemakai air mengisahkan, sulitnya pasokan air disebabkan kareana di atas banyak yang mengelola tambak ikan / kolam ikan, menurutnya tingginya pemakaian air untuk kebutuhan kolam ikan menjadi biang kelangkaan air di DI Serapuh.

” Banyak kolam di atas, antara Batu Enam sampai Batu Delapan, jadi air sisanya di buang ke Sungai Bah Bolon, ” pungkas Sunar.

Pada kesempatan itu, Sunar berharap agar ada ketegasan dari pihak pengawasan dan pengelola Air Irigasi di DI Serapuh segera diatasi. (Hi.ss)

example banner

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed