oleh

Pengelola Rumah Walet Karang Sari Terkesan Ingkar Janji Soal Suara Panggilan Walet

example banner

Simalungun | metroinvestigasi.com – Pernyataan Pengembang/pengelola Gedung Rumah Walet Jl. Anjang Sana Huta III (tiga) Nagori Karang Sari Kec. Gunung Meligas Kab. Simalungun Sumut terkesan hanya janji palsu, dimana saat pertemuan yang digelar di ruang Harungguan pada hari Rabu malam 25 maret 2020 dihadapan 38 orang yang hadir dalam pertemuan mengatakan akan merubah durasi pemutaran pada jam Shalat.

Seperti yang telah diberitakan pada edisi sebelumnya tentang permintaan Warga untuk mengalih usahakan penangkaran walet menjadi usaha lain, namun pihak pengelola hanya menjanjikan perubahan pemutaran alat pemanggil walet pada jam Shalat.

Hingga kini janji yang dilontarkan pihak pengelola belum juga di penuhi.Hal ini di kemukakan oleh salah seorang warga setempat yang identitasnya sengaja tidak di muat oleh awak media dan juga ikut dalam pertemuan Rabu malam lalu. Dikatakan pula, malam itu ada warga yang mendengar perbincangan pengelola pada orang yang di duga pengacara dari pengembang gedung penangkaran walet yang meminta untuk tetap menyalakan suara panggilan walet.

Pada metroinvestigasi.com, Jumat 27 Maret 2020 sekira pukul 16.00 wib, dikatakan, “ Sampai sekarang suara twiter panggilan walet masih aktif 24 jam, ini buktinya, “ katanya sambil menunjukkan rekaman suara azan yang diiringi suara panggilan walet yang direkamnya saat Jam Shalat Dzuhur pada Kamis siang, 26 Maret 2020.

Pernyataan warga yang mengatakan pihak pengelola tidak memenuhi janji pada rapat yang dimaksud menunjukkan sikap pengelola gedung penangkaran walet hanya janji palsu dan warga berharap pemerintah setempat harus secepatnya menutup penangkaran walet yang berada di Jalan Anjang Sana Juta III (Tiga) Nagori Karang Sari.

Sementara, Wito Sembodo Pangulu Karang Sari belum mengetahui hal itu, lewat sambungan WhatsApp miliknya mengatakan, “ saya belum mengetahui soal itu, nanti akan saya tanyakan hal ini pada pengembang,” katanya pada hari yang sama.

Mengenai permintaan warga Huta III (tiga) tentang pengalihan ke usaha lain, Wito Sembodo mengatakan masih menunggu waktu.

“ saya sudah sampaikan secara lisan tentang permintaan warga Huta III, namun pengembang masih meminta waktu,” Katanya.

Ketika metroinvestigasi.com menanyakan teguran lewat surat resmi kepada pengelola, Wito Sembodo mengatakan masih menunggu batas waktu sampai satu minggu

“ Kita masih menunggu waktu sampai satu minggu dari pertemuan kemarin, kalau memang mereka belum ada jawaban, nanti akan kita layangkan surat resmi dari Pemerintah Nagori.Saat ini kita masih konsentrasi dengan tanggap penyebaran Virus Corona (covid-19).” Tambahnya.

Dikutip dari Faseberita.id Senin 23 Maret 2020 yang menuliskan Penangkaran Walet Di Karang Sari Di Protes Warga dan menuliskan Pernyataan warga Huta III yang mengatakan tiba – tiba ada rekomendasi dari Pangulu karang Sari tentang penangkaran Burung Walet di situ. Sambil menunjukkan surat rekomendasi yang di maksudkannya. (Hi.ss)

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed