oleh

Minim Pengawasan, Proyek Pengadaan Perawatan Jalan PTPN 4 Bah Jambi Diduga Sarat Dengan Permainan Curang

example banner

example banner

 

Loading...

Simalungun | metroinvestigasi.com – Proyek pengadaan batu kali (padas. Red) di wilayah kerja PTPN 4 Bah Jambi Kab. Simalungun  masih menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, pendistribusian batu tersebut di lokasi di duga tidak di awasi oleh petugas lapangan, hal ini di temukan di lokasi peletakan batu yang di bongkar di lokasi sama sekali tidak di temui petugas yang Bertanggung jawab dalam kegiatan pengadaan material berjenis batu padas yang di duga untuk perawatan jalan produksi.

Saat ditemui di lokasi yang bertempat di Afd II (dua) kebun N 4 kebun Bah Jambi, dua orang yang bertugas sebagai juru bongkar muat yang merangkap sebagai sopir truk pengangkut material batu padas pada kamis 12/03/2020 sekira pukul 11.30 waktu setempat .

Ketika awak truk turun dari atas truk pengangkut batu material tersebut sempat bercerita pada awak media, bahwa, mereka kerja hanya satu kali dalam sehari. Ironisnya, jika hal ini hanya dikerjakan hanya satu kali dalam satu hari maka hasil pekerjaan mereka berdua tidak sepadan dengan harapan.

” kalau kerja begini paling hanya dapat sekedar, yang penting masih ada kerja, ” kata awak sopir truk yang enggan memperkenalkan dirinya.Menurutnya, jangankan untuk dapat tiga rit (trip. Red) bisa dua kali saja berat, apa lagi borongngannya cuma sedikit, dan sistem tonase.

Saat di tanya oleh awak media metroinvestigasi.com, awak truk mengatakan, untuk mengelabui bobot muatan, dirinya harus menambahkan pasir ke dalam truk, agar muatan bisa naik timbangannya.

” Untuk naikkan timbangan, terpaksa kami tambahi pasir, kalau tidak, muatan tidak sampai 5 ton, jadi kami bisa tidak dapat target,” katanya.

Dikatakan lagi, hal ini kami lakukan karena kami menduga ada permainan timbangan yang mengurangi bobot muatan, sehingga kami dirugikan, jadi kami juga harus punya trik agar kami dapat bobot muatan.

Dari keterangan awak truk, dan kurangnya pengawasan, hal ini diduga kuat sarat dengan permainan ambil untung alias kecurangan terakomodir dan terstruktur.

Tidak banyak keterangan yang dapat di himpun karena saat di lokasi tidak temui petugas untuk di mintai keterangan, menurut sopir truk pengangkut material, kalau pengawas sudah pergi saat truk – truk itu sudah berada lokasi.

Tiga truk pengangkut material jenis batu padas kerja tanpa pengawasan ketat, hal ini berpotensi ada aksi kecurangan yang dapat di lakukan penyedia jasa dan oknum pengawas yang dapat merugikan perusahaan.

Dari keterangan sopir truk, batu material berasal dari daerah aliran sungai Bah Bolon yang masih berlokasi di lahan Hak Guna Usaha (HGU) milik PTPN 4 kebun unit Bah Jambi. Kuat dugaan proyek pengadaan tersebut masih tanda tanya besar. (H.SS)

example banner

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed