oleh

Masa Demo Cipayung Membanjiri Gedung DPRD Kota Gunungsitoli, Tolak Omnibus Law

example banner

 

IKLAN

Gunungsitoli|metroinvestigasi.com – Massa Demo Cipayung membanjiri Gedung DPRD Gunungsitoli. Semasa di angin anginkan rancangan Undang-Undang (UU) Cipta Karya atau Omnibus Law belum banyak yang Protes, namun setelah pasca rancanganan Undang Undang Omnibus Law ini di tetapkan dan di tokok Palu oleh Ketua DPR di Senayan Ribuan massa demo termasuk Mahasiswa dan Buruh bergerak turun kejalan jalan di seluruh daerah wilayah Indonesia untuk menolak Undang Ungdang tersebut.

Di Kota Gunungsitoli ratusan Mahasiswa Nias (Sumatera Utara) yang tergabung dalam Organisasi kelompok Cipayung (GMNI, PMKRI, GMKI) Menggelar aksi unjuk rasa di halaman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gunungsitoli, Jumat (9/10/2020).

Massa pendemo menuntut agar lembaga DPRD Kota Gunungsitoli untuk segera menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Presiden Repubelik Indonesia Joko Widodo dan lembaga DPR-RI terkait penolakan atas pengesahan Undang Undang Omnibus Law (UU Cipta Kerja).

Karena dinilai Undang undang ini cendrung lebih berpihak pada kaum kapitalis juga para investor dibanding membela kepentingan kaum Buruh dan Kaum Tani.

Pokoknya Undang Undang itu melemahkan kaum Lemah. Di saat Covid-19 masih terus melunjak dan masyarakat mengalami imbasnya, di situpula DPR mengeluarkan menetapkan maklumat yang sangat bertentangan di hati Kaum Buruh dan Tani, seharusnya semua Fokus pada Penanganan dan Penaggulangan Covid-19.

Aksi ini berjalan lancar dan Penanggung Jawab Demo/ Aksi (Joko Mendrofa, Sepriman Zai, Kordiasdomin Zega) menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk rasa kekecewaan terhadap para Pimpinan DPR-RI yang diduga lebih mementingkan kepentingan investor serta sebaliknya tanpa memandang kepentingan Kaum Buruh dan Masyrakat kecil di bawah.

Kemudian,” Kami bersama kesini menyampaikan aspirasi melalui DPRD Kota Gunungsitoli ,bahwa secara tegas kami menolak pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law dan meminta Kepada Presiden RI untuk tidak menandatangani UU tersebut,” ungkap salah seorang penanggung jawab aksi (Joko Mendrofa) Kepada wartawan pada saat di sela sela aksi demo berjalan.

Joko, dalam hal ini menegaskan apabila lembaga DPRD tidak menyampaikan aspirasi masyarakat ini ke DPR-RI dan Istana Negara, Pihaknya akan kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan menghadirkan massa yang lebih besar dari hari ini.

Pendemo merasa kecewa karena semua para Pimpinan Dewan termasuk Ketua DPRD tidak masuk kantor hari ini. “Walau kami hanya diterima sejumlah Anggota Dewan, Kami menunggu iktikad baik Para Pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli untuk menyampaikan aspirasi kami secara resmi,” ungkapnya.

Pantauan awak Media di Lokasi gedung DPRD Kota Gunungsitoli tersebut, para aktifis Aksi unjuk rasa sempat berlangsung sedikit tegang dikarenakan ketidak hadiran satupun Pimpinan DPRD Kota Gunungsitoli dan Kabupaten Nias.

Para pendemo menyerahkan surat pernyataan sikap kepada Pihak DPRD yang diterima secara resmi oleh Sekretaris DPRD dengan disaksikan oleh beberapa orang Anggota DPRD hadir Usai menyampaikan aspirasinya, para Pendemo /Mahasiswa itu dengan tertib membubarkan diri di iringi pengawalan dari pihak Patwal Kepolisian Polres Nias. @ ( Masry )

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed