oleh

Keduakalinya Berkas Ditolak KPUD Sergai, Soekirman: Saya Mau Undang Ketum dan Sekjen DPP PAN

example banner

SERGAI | METRO INVESTIGASI – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Ir H Soekirman dan Tengku M. Ryan Novandi kembali mendaftar ke KPUD Sergai, Minggu (6/9) sekira pukul 17.30 WIB.

IKLAN

Dengan kondisi hujan deras di akhir masa pendaftaran pasangan bakal calon itu, Pasangan Soekirman-Tengku Ryan memasuki kantor KPUD Sergai didampingi partai pengusung dan massa pendukung yang dibatasi oleh pihak Kepolisian.

Karena dalam pengamanan Pilkada 2020, Polres Sergai membentuk 5 Pos Pengamanan (Pospam) menuju lokasi kantor KPUD Serdang Bedagai dan menyiagakan 200 personel gabungan dari unsur personel Poldasu, Brimobdasu, dan Kodim 0204/ DS.

Setelah berselang waktu lama di dalam kantor KPUD Sergai, tampak juga masih terkendala terkait permasalahan dukungan dari DPP PAN. Berkas pasangan Soekirman dan Tengku Ryan berakhir kedua kalinya dikembalikan oleh KPUD Sergai.

Sekira pukul 21.45 WIB, Soekirman didampingi Tengku Ryan Novandi dan Partai Pengusung dalam keterangan pers nya menyampaikan ucapan selamat malam Serdang Bedagai dan selamat malam Indonesia.

Malam hari ini, kata Soekirman, untuk keduakalinya berkas pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Sergai kami dikembalikan oleh KPUD Sergai.

Dengan pernyataan tidak lengkap, kalau kemarin tanggal 4 September dinyatakan tidak lengkap karena adanya perbedaan nama dari pada pemimpin Partai Amanat Nasional (PAN) diatas kertas atau hardcopy dengan sipol, papar Bupati Petahana tersebut.

Lebih lanjut dikatakan Soekirman, maka itulah yang jadi alasan hari pertama berkas dikembalikan. Sekarang ini (hari kedua) itu sudah dinyatakan lengkap dan sama, namun masih juga dinyatakan tidak lengkap artinya pleno dari KPUD, ada 4 komisioner menyatakan harus dikembalikan dan 1 yang membesarkan hati yakni divisi hukum KPUD Sergai, Bayu Afriyanto SH.
“Nah, bapak Bayu menerima dari pada berkas tersebut dengan catatan harus diklarifikasi apakah benar PAN di Sergai, sesuai dengan sipol dengan ada di surat keputusan. Namun divisi hukum tersebut tidak mau menandatangani berita acara yang disampaikan kepada kami malam ini,”bilangnya.

Saya kira hari ini, sebut Soekirman, ia harus mengucapkan terimakasih kepada partai pengusung partai Nasdem, ketua umum Surya Paloh dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Johnny Gerald Plate, Ketua umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen Eddy Soeparno kemudian Presiden DPP PKS : M Sohibul Iman, dan Sekjen Dipl Ing Taufik Ridlo.

“Terkhusus kepada bapak Zulkifli Hasan dan bapak Eddy Soeparno.Saya mohon agar tidak kecewa dulu, karena KPUD tidak mengakui sipol yang sudah dirubah oleh DPP PAN dan KPU RI. Oleh sebab itu barang kali perlu dilakukan langkah-langkah dari divisi hukum ataupun yang membidangi itu di DPP PAN agar B1-KWK yang dimasukkan di proses oleh karenanya ini menjadi catatan.

Saya mau mengundang bapak Zulkifli Hasan dan bapak Eddy Soeparno ketika nanti ada waktu untuk perpanjangan masa pendaftaran agar Ketua Umum (Ketum) dan Sekjen yang hadir untuk menjelaskan permasalahan yang di DPP ke KPUD Sergai, ujar Soekirman mengakhiri.

Pada kesempatan itu, Divisi Hukum Pasangan Soekirman dan Tengku Ryan Novandi, Jonizar SH menambahkan keputusan pada hari ini dalam intinya 5 komisioner KPUD Sergai, terdapat ada 4 orang sepakat yang menolak dan 1 divisi hukum KPUD yang menerima.

Namun disayangkan tidak tertuang dalam berita acara. Harusnya memang dalam hal berita acara itu harus dituangkan seluruhnya, ujarnya.

Nah, lanjut Jonizar, divisi hukum KPUD Sergai menyatakan menerima dengan catatan melakukan verifikasi ke DPP PAN terkait dengan adanya perubahan susunan posisi pengurus partai.

Kedua, Ketua KPU Sergai tadi menyatakan beliau masih meminta petunjuk atas keputusan hari ini, KPU RI dan KPU Sumut namun sampai dengan sekarang belum mendapatkan itu. Sehingga putusan hari ini Minggu 6 September 2020, ansih hanya KPUD Sergai.

Walaupun kita tahu, surat permohonan KPUD itu baru tanggal 6 September 2020 dilayangkan padahal pada tanggal 4 permasalah sudah sama kita ketahui bersama.
Hal ini akan kita teruskan ke Bawaslu maka permasalahan akan kita bawa ke sengketa pemilu, karena kita lihat dan duga ada hal-hal yang sangat janggal, tegasnya.

Dijelaskan Jonizar, kalau dilihat dari PKPU dan Undang-undang Pemilu kalau calon hanya satu pasang pastikan ada perpanjangan waktu yaitu dengan 3 hari sosialisasi dan 3 hari kembali pendaftaran.

“Insya Allah, kita harapkan masa pendaftaran nanti kita akan datang kembali,”tambahnya.

Terkait disebutnya diduga ada kejanggalan, Jonizar menjelaskan dari tanggal 4 September kita sudah minta KPUD Sergai agar meminta pendapat untuk mengirimkan surat ke KPU RI dan Provinsi Sumut terkait permasalahan sipol dan silon.

Karena sipol itukan sebenarnya jauh-jauh hari pada tanggal 3 September 2020 sudah ada pertukaran pengurus dan pada tanggal 4 September juga sudah berubah SK DPP PAN menunjuk Soekirman menjadi Plt DPD PAN Sergai, terangnya.

Kemudian disinggung adanya intervensi dari pihak lain, Jonizar menyebut ia kalau hal tersebut tidak bisa menduga soal intervensi pihak lain, tapi nanti sama kita serahkan semua ini pada sengketa Pemilu di Bawaslu RI dalam waktu dekat, tutupnya.(maren)

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed