oleh

ISTRI MANTAN PENDETA GBI OPENTEN GULO MEMOHON KEADILAN ATAS PENAHANAN SUAMINYA DI KEJAKSAAN NEGERI GUNUNGSITOLI

example banner

Gunungsitoli | metroinvestigasi.com –
Terkait dugaan Kasus Pengelapan inventaris GBI berupa Mobil Grand Max Nopol B 2838 PFF ,Bapak Openten Gulo Mantan Pendeta ini ditahan oleh Kejaksaan Negeri Gunungsitoli atas surat Perintah Penahanan nomor : 749/1.2.22/Epp.2/06/2020.

Kepala Kejaksaan Negeri Gunungsitoli.
Openten Gulo Alis Ama Yestic mantan Pendeta dan Ketua Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD GBI) Yang telah diberhentikan oleh GBI sejak tanggal 2 Oktober 2018 yang lalu, kini berada dalam tahanan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli yang dititipkan di Rumah Tahanan Polres Nias, Selasa  (22/06/2020).

Ibu pendeta Yamifati Zendrato istri dari Bapak 0penten Gulo menerangkan kepada awak media, memang benar suaminya di tuduh menggelapkan inventaris milik GBI berupa Mobil oleh pelapor Faebuadodo Hulu, Spd.

Dengan isak tangis Istri mantan Pendeta, Ia membenarkan bahwa sejak tahun 2018 pada saat Pemilihan BPD kepulauan Nias suaminya terpilih kembali 2018 s/d 2022
melanjutkan kepengurusannya ada oknum Pendeta di GBI yang kurang senang dan oknum BPH Pusat Jakarta menyuruh mencari kesalahan suami saya dan hingga sampai sekarang belum ada klarifikasi oleh Pihak BPH Pusat sudah 7 kali kami mengirim surat pada BPH namun tidak ada
tanggapan.

Kami memohon klarifikasi oleh pihak BPH Pusat Jakarta tentang banyak persoalan internal Gereja yang dituduhkan ke suami saya, kemudian terkait dengan mobil
inventaris GBI yang sebelumnya telah di kembalikan ke Polres Nias pada tanggal 30 Januari 2019 sesuai dengan berita acara yang ditandatangani penyerahannya, kemudian tanggal 2 Juni 2020 suami saya di tetapkan sebagai tersangka.

“Saya mohon keadilan Hukum kepada Penegak Hukum, ” ungkapnya.

Kuasa Hukum Bapak Openten Gulo sebelum nya melakukan upaya Hukum Praperadilan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli dengan nomor : 3/ Pid.Pra/2020/PN.Gst pada hari Selasa 16 Juni 2020 telah terdaftar, dimana perkara Peradilan yang dilakukan oleh Penasehat Hukum tersangka melawan penyidik Kepolisian Negara yang telah di tetapkan pada hari Selasa tanggal 30 Juni 2020 pada pukul 10,00 Wib berdasarkan Relas rabu 17 juni 2020.

Kuasa Hukum Bapak Openten Gulo Elyfama Zebua, SH kepada kantor Hukum Elyder & Rekan Konsultan Hukum Jln.Cik Ditiro nomor 157 Desa Moawu Kecamatan Gunungsitoli, ” kita telah mengajukan Permohonan Penangguhan atau pengalihan tahanan namun tak dikabulkan oleh pihak instansi. Menurut kuasa Hukum sepertinya ada tekanan pihak tertentu , saya tak bisa
katakan dari mana,” mengakhiri ucapannya.

Pihak Media menemui Kasi Pidana Umum (Kasipidum) di ruang kerjanya, Kejaksaan
Negeri Gunungsitoli. Eliksander Siagian, SH membenarkan bahwa Opeten Gulo berada di
tahanan kejaksaan Gunungsitoli yang di titipkan rumah tahanan Polres Nias.

Eliksander juga menjelaskan bahwa Opeten Gulo kita serahkan kepada Jaksa Penutut Umum (JPU) dalam proses pelaksanaan Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti dalam Pekara Tindak Pidana “Penggelapan”
dan diketahui bahwa Lapas Gunungsitoli masih belum bisa nenerima tahanan karna Copid 19 ini,,maka kami titipkan di rumah Tahanan Kapolres Nias.

Ia membenarkan bahwa pihak keluarga telah mengajukan permohonan Penangguhan Penahanan namun waktunya bersamaan dengan P22 penyerahan tersangka dan barang bukti sehingga hal itu tidak mungkin bisa, kita tunggu saja hingga prosesnya, tapi ia menjelaskan tidak begitu lama kasus ini akan kita percepat dan tidak diperpanjang mengingat beliau sudah tua dan juga tokoh agama,

Kasipidum janji sebelum 20 hari pihaknya akan limpahkan berkas kasus ini kepada Pengadilan Negeri Gunungsitoli agar segera cepat disidangkan. @ (masry)

 

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed