oleh

Gubsu Dukung Plt Wali Kota Medan Tata Kawasan Heritage Kesawan

example banner

Medan, Metro Investigasi.com | Rencana Pemko Medan menata heritage di kawasan Kesawan mendapat dukungan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), H. Edy Rahmayadi. Dukungan ini disampaikan Gubsu setelah mendengarkan paparan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M. Si, tentang penataan kawasan Kesawan, Kamis (12/2) di ruang kerjanya.

“Medan merupakan wajah dari Sumut, Penting untuk dibikin cantik. Saya senang jika Kota Medan ini mau dibangun dan dibikin cantik. Karena dimana-mana, provinsi itu wajahnya adalah ibukota. Kira-kira begitu gambarannya,” ujar Gubernur
Dirinya mencontohkan seperti Kota Surabaya sebagai ibukota Provinsi Jawa Timur yang didisain sedemikian rupa menjadi indah dan terlihat asri. Bahkan Edy mengaku tidak ragu memboyong sejumlah jenis pohon yang ada di sana, untuk bisa ditanam di Sumut, terutama di Kota Medan.
Gubernur mengatakan, untuk penataan kawasan peninggalan bersejarah, kota tua di Kota Medan tesebut, pihaknya bersedia membantu. Setidaknya, proses pembangunan dapat selesai selambatnya dua tahun.
“Kita bikin cantik Kota Medan ini, maka perekonomian meningkat. Kita pun semakin nyaman dengan kota kita ini. Kalau bisa, dananya 50:50 kita, Pemko dan Pemprov,” katanya.
Sedangkan Plt Wali Kota Medan, Ir. Akhyar Nasution, M.Si dalam paparannya menyampaikan bahwa Pemko dalam hal ini berencana menata atau mendisain kawasan Kesawan, mulai dari Simpang Jalan Juanda hingga Jalan Guru Patimpus. Sebab diantara itu, banyak bangunan tua peninggalan dengan ornamen bergaya Melayu, China hingga Belanda. Satu diantaranya yang telah ditertibkan yakni gedung Warenhuis di Jalan Perdana, dengan total perkiraan anggaran Rp25 Miliar.
“Di kawasan tersebut banyak heritage (peninggalan sejarah) yang kami coba disain, dan akan dikombinasikan dengan rencana Pak Gubernur,” sebut Plt Wali Kota Medan.
Sebagaimana gerakan “Yok Bikin Cantik Medan” yang digagas Plt Wali Kota Medan, rencana penataan kawasan peninggalan sejarah di Kota Medan tersebut diantaranya membangun kawasan pedestrian atau jalur pejalan kaki di lokasi kota lama. Hal ini kemudian didukung dengan mempercantik serta mengaktifkan penggunaan gedung tua.
Begitu juga beberapa lokasi seperti Pajak Ikan Lama, yang juga akan dijadikan lokasi pejalan kaki, dengan menjadikan kawasan tersebut bebas kendaraan. Sehingga tidak ada lagi kendaraan yang boleh parkir di sekitarnya.
“Minggu lalu saat kami membicarakan penataan kawasan kumuh dengan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, kami sampaikan rencana ini dan disambut baik, mengingat Kota Tua Semarang yang juga ditata dan pertumbuhan ekonomi di kawasan itu meningkat 4 kali lipat,” kata Plt Wali Kota Medan didampingi sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.
Dia pun mengapresiasi dan berterimkasih atas sambutan Gubernur terhadap rencana mendukung gerakan “Yok Bikin Cantik Medan”. Plt Wali Kota Medan berharap, masyarakat Kota Medan memberi dukungan dengan menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.(rel/raf)

Loading...

example banner

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed