oleh

Gerakan   Bersama Percantik Kota Medan 

example banner

 

Loading...

Medan, Metro Investigasi.com | Yuk Bikin Cantik Medan” merupakan gerakan bersama yang lahir dari harapan bersama. Pemko Medan sebagai motor penggerak tentu tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak, termasuk warga, berperan untuk menyukseskan gerakan bersama ini.

“Ini gerakan bersama seluruh warga. Medan cantik itu harapan kita bersama, bukan harapan Akhyar saja. Karena Medan Cantik adalah harapan bersama, maka mari bersama kita wujudkan. Pemko Medan sebagai motor penggerak utamanya,” ucap Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si dalam dialog Lintas Medan Pagi Pro 1 RRI Medan, Jumat (14/2).

Dalam dialog berlangsung di Studio RRI Medan dan bertema “Mewujudkan Medan Cantik” itu, Akhyar mengatakan, gerakan bersama ini tentunya membutuhkan peran serta warga.

“Salah satu hal yang dapat dilakukan warga adalah tidak membuang sampah sembarangan dan mewadahi sampahnya masing-masing. Kalau tidak ada keranjang kol, boleh pakai kaleng atau pun drum bekas. Ini akan membantu petugas pengangkutan sampah,” ujar Akhyar.

Akhyar menerangkan, sampah yang tidak diwadahi akan menimbul problem. Sampah akan berserak dan jika hujan akan terseret ke parit. Selain itu, mengangkut sampah yang berserakan itu membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding mengangkut sampah yang telah diwadahi.

Akhyar menilai, gerakan “Yuk Bikin Cantik Medan” yang lahir dari hasil diskusi dengan para pemuda milenial, termasuk yang tergabung dalam Medan Project Creative, ini sudah menunjukkan hasil walaupun belum sampai pada taraf yang diinginkan. Tentunya, Pemko Medan sebagai motor penggerak utama harus bisa menjadi teladan. Karena itulah, seluruh aparatur Pemko tidak lagi menggunakan botol air yang hanya sekali pakai.

“Kita menggunakan tumbler yang bisa dipakai berulang kali. Ini kita terapkan, karena dalam pengorekan parit yang gencar dilakukan, kita menemukan banyak sampah yang terbuat dari plastik. Kita berharap, gerakan ini dapat mengurangi sampah plastik,” sebut Akhyar.

Disamping itu, saat ini seluruh aparatur di kelurahan juga bergiat untuk membuat lingkungan cantik. Tempat tumpukan sampah liar dibersihkan lalu dijadikan taman. Dinding yang kusam, dijadikan media mural yang berisi pesan moral tentang kebersihan dan keberagaman. Menurut Akhyar, kalau gerakan ini terus dilakukan secara konsisten, masyarakat luas tentu akan tergerak mengikutinya.

“Kalau sudah begitu, Medan cantik yang tentunya mengandungkan arti bersih, rapi, indah, tertib, dan nyaman ini dapat terwujud,” ungkap Akhyar.

Dialog itu juga menghadirkan pengamat lingkungan Jaya Arjuna melalui sambungan telepon. Dalam pandangannya, Jaya Arjuna merasa yakin Medan Cantik ini dapat terwujud jika pemerintah dan masyarakat bersinergi mewujudkannya. Selain Jaya Arjuna, beberapa warga juga juga menyampaikan pendapat dan keluhan dalam acarra yang dipandu Imelda itu.

Ada dua warga menyarankan agar Pemko Medan menerapkan sanksi denda kepada mereka yang membuang sampah sembarangan. Akhyar menjawab, sementara ini yang dilakukan Pemko adalah membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, yang terpenting adalah terbentuk budaya dan karakter bersih masyarakat.

“Kita lahirkan peradaban. Masa untuk kebersihan yang memang merupakan kebutuhan dan tanggungjawab personal harus langsung pakai-pakai denda? Kita bangun dulu kesadarannya. Dan ini memang butuh waktu,” ucapnya.

Menanggapi warga Griya Martubung yang mengeluhkan banjir dan jalan rusak di sekitar tempat tinggalnya. Akhyar juga mengatakan, memang sejak dibangun Perumnas belum ada perawatan jalan di sana. Selama ini, fasiltas umum di sana di bawah pengelolaan Perumnas dan baru-baru ini diserahkan ke Pemko Medan.

“Saya juga sering meninjau ke sana. Saya tahu kondisinya. Untuk membenahinya kita mulai dengan pembangunan jalan. Waduk Martubung yang seluas delapan hektar itu digali. Kita akan menjadikan Waduk itu sebagai kawasan wisata,” kata Akhyar.

Dialog yang disiarkan langsung ini berjalan dengan lancar. Akhyar dengan lugas dan jelas menjawab pertanyaan maupun komentar dari pendengar. (rel/raf)

example banner

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed