oleh

CV. Motoris Ujung Tanjung Tahan Buku Nikah Konsumen

example banner

example banner

Rokan Hilir | metroinvestigasi.Com – Malang nian nasib Suryadi (34) dan istrinya Mayang Sari (32) warga RT.001, RW. 001, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ).

Loading...

Sebab, hajat hati pasangan ini mau membuat akte kelahiran anaknya menjadi terkendala, lantaran dua Buku Nikah milik mereka ditahan oleh CV. Motoris yang berkantor di Jalan Lintas Ujung Tanjung, Kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ), Riau yang dikutip dari erapublik.com.

“Paling sedihnya lagi, sepeda motor Yamaha Jupiter saya berikut bersama BPKB sudah diambil oleh pihak CV. Motoris itu, tapi Buku Nikah saya dan punya istri saya tidak dikasih juga oleh pihak CV. Motoris itu,” ujar Suryadi, Senin (3/2/2020).

Dijelaskan Suryadi, bahwa dia meminjam uang dengan pihak CV. Motoris sebesar Rp.3 juta. ” Tersisa 4 bulan lagi saya tidak mampu membayar, dan saat itu saya tidak ada di rumah, datanglah atas nama Dedi Pane dari CV. Motoris menjemput sepeda motor saya itu, melalui istri saya,” ungkap Suryadi.

Namun, lanjutnya, setelah lebih dari empat bulan belakangan ini Buku Nikah yang masuk dalam agunan belum dikasih juga. ” Kata pihak CV. Motoris, Buku Nikah itu baru bisa dikasih setelah sepeda motor saya dilelang, dan kalau lakunya nanti dibawah sisa hutang saya, maka saya harus mencukupi dan barulah dikasih buku nikah saya itu,” paparnya.

Terpisah, Ester Susianti selaku Admin di CV. Motoris Ujungtanjung, tidak menampik apa yang disampaikan konsumennya atas nama Suryadi. Bahkan, dia tidak menampik, bahwa yang menjemput sepeda motor Suryadi adalah Dedi Pane. ” Saat kami tarik kemarin kan tidak kami paksa,” katanya.

Terkait kenapa Buku Nikah masih ditahan, Ester Susianti mengatakan, bahwa hal itu sudah sesuai kesepakatan dengan pihak konsumen kemarin. ” Karena nilai sepeda motornya kemarin diperkirakan laku di bawah pinjaman, maka Buku Nikah diikutkan sebagai agunan,” katanya.

Diterangkan Ester Susianti, sisa hutang Suryadi sebesar Rp.2.870.000.-  ( Dua juta delapan ratus tujuh puluh rupiah ) lagi, dan denda berjalan sekitar 1.002.000 ( Satu juta dua ribu rupiah ). ” Nah, apabila Pak Suryadi bayar sebanyak angka itu, maka Buku Nikah nya kami kasih dan kalau tidak, maka tunggu sepeda motornya terjual serta berapa sisa harus dibayar, maka baru kami kasih Buku Nikah nya,” pungkas Ester Susianti. ( bs)

 

example banner

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed