oleh

ANAK MANTAN PENDETA (OG) YANG DI TAHAN KEJAKSAAN NEGERI GUNUNGSITOLI MERASA KECEWA KEPADA PENGURUS GEREJA BPH GBI

example banner

 

Gunungsitoli | metroinvestigasi.com – Anak Pertama mantan Pedeta Openten Gulo ( OG ) Kurnia Mayestic Gulo meresa kecewa terkait Penahanan orang tua nya di Kejaksaan Gunungsitoli pada tgl 22 juni, ungkapan itu disampaikannya saat ia datang ke kantor Hukum Elyder & Rekan konsultan Hukum yang beralamat di Jln.Teuku Cit Ditiro no.153 Desa Moawo Kecamatan Gunungsitoli (25/06/2020) .

Dengan raut wajah sedih ia menuturkan, ayah nya orang mantan Pelayan Gereja dan mantan Pengurus BPD GBI  kepulaan Nias kenyataanya harus medekam di tahanan karna tuduhan Penggelapan mobil,padahal ia sudah kembalikan lama januari 2019 tapi juni 2020 kok jadi tersangka, kemudian tgl 22 juni ayah nya Openten Gulo di tahan kejaksaan Gunungsitoli, ujarnya.

Tambah nya, Ia merasa kecewa terhadap BPH GBI.Ia sampaikan  ke awak media ini, kemudian ia membuka isi Whatsapp Kurnia  Mayestic Gulo yang dibalas oleh Pdt Jacob  yakni,

“Waduh, Luar biasa hamba² Tuhan jaman milenial ini udah seperti orang sekuler saja. dimana hati mereka ini, disatu sisi mereka telah mempermalukan umat Kristen, gereja dan mempermalukan Tuhan Yesus didepan bangsa ini.

Mengapa tidak diselesaikan internal saja, sudah tidak mampukah mereka mengambil kebijakan sesuai Firman Tuhan.

Untuk apa mereka-mereka kotbah di mimbar tentang Buah Roh (seperti uraian kotbah Pdt Yohannes) kalau ternyata penerapannya dilapangan malah sebaliknya.

Apalah artinya sebuah mobil yang dituduh digelapkan, dari pada mempermalukan pekerjaan Tuhan disana,” ungkap Pdt. Jacob melalui WhatsApp.Tambahan,“Mobil itu sudah dikembalikan pada bulan Januari 2019 tapi Juni  2020 kok jadi tersangka,” tutup jakob

Shalom, Selamat pagi pak.

Sebelumnya saya meminta maaf jika nanti dari pesan saya ini ada perkataan saya yang kurang berkenan di hati bapak.

Perkenalkan nama saya Kurnia Mayestic Gulo anak pertama dari bapak Openten Gulo (Mantan Ketua BPD Kep.Nias)

Yang ingin saya sampaikan adalah rasa kekecewaan saya kepada pemimpin gereja GBI dalam menyikapi masalah yang dihadapi oleh bapak saya Openten.

Semua masalah ini berawal dari Pemilihan BPD 2018 di kepulauan Nias. Karna ketidak sesuaian terhadap apa yang diinginkan oleh BPH pada saat itu maka ditimbulkan segala macam masalah dan Fitnah kepada beliau (OG) yang sekarang berada dalam tahanan Jaksa  tuduhan penggelapan mobil dalam proses P 22.

Dan hari senin 22 Juni beliau ditahan. Segala upaya telah kami lakukan agar beliau tidak ditahan tapi ternyata uang lebih berkuasa. Karna Politik Gereja lah beliau bisa sampai seperti ini.

Beliau hanya meminta untuk dapat mengeluarkan surat untuk diserahkan kepada polisi bahwa semua masalah ini diselesaikan secara organisasi tapi faktanya hingga saat ini tidak ada surat dari BPH GBI.

Beliau melakukan jalan damai agar nama organisasi GBI tidak tercoreng dengan banyak pemberitaan (apalagi semua yang dituduhkan tidaklah benar).

Tapi faktanya justru para pemimpin BPD GBI di kepulauan Nias lah yang menginginkan hal sebaliknya.

Saya rasa perjuangan bapak saya dalam memekarkan GBI di Kepulauan Nias ini sudah tidak diperhintungkan lagi oleh para pemimpin Gereja GBI. Saya sangat begitu kecewa pak.

Bapak yang terhormat Saya tidak meminta bapak untuk percaya dan berpihak kepada kami tapi yang saya minta tolong selidiki dan selesaikan masalah ini sampai keakar-akarnya. Tolong dengarkan informasi jangan hanya dari 1 pihak saja pak,” ungkapnya dengan nada sedih terlihat dalam tulisannya di WhatsApp Kurnia Mayestic dengan nada kesal.

Terselip catatan kecil saya sangat kecewa ternyata para pemimpin gereja GBI khususnya di kepulauan Nias, masih banyak yang belum membaca atau bahkan tidak mengetahui aturan Tata Gereja GBI,”yang sebenarnya, akhir ucap nya @ ( Masry)

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed